Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asal Usul Nenek Moyang Suku Sasak (Lombok) Menurut Legenda Doyan Nada

Sumber Legenda Doyan Nada menyebutkan bahwa asal usul nenek moyang suku di pulau Lombok memperoleh dua tingkat perkembangan tentang asal usul orang sasak yaitu:

1.   Tingkat pertama, Datu Taun memiliki dua orang putra yaitu Raden Nune Putra Janjak dan Dewi Anjani ketika keduanya lahir mereka sudah memiliki keistimewaan. Raden Nune Putra lahir dengan senjata panah, sedangkan Dewi Anjani lahir dilengkapi dengan keris. Setelah usia gadis, Dewi Anjani diajak ayahnya membangun pertapaan di puncak sebuah gunung. Pada kemudian hari gunung tersebut diberi nama Rinjani yang diambil dari nama Dewi Anjani.

Dewi Anjani begitu sedih melihat pulau Lombok yang masih memiliki penduduk yang sedikit. Pulau ini hanya dijejali oleh pokok-pokok kayu yang sesak (sasak). Oleh karena itu Dewi Anjani mengutus 40 bangsawan pengikutnya yang dipimpin oleh Pangulu Alim. Pangulu Alim inilah yang memiliki keturunan pertama yang bernama Dewe Medaran. Selanjutnya dari keturunan inilah yang menurunkan tokoh-tokoh yang kelak mendirikan kerajaan-kerajaan di berbagai tempat di pulau Lombok seperti Selaparang, Pejanggik, Langko, dan Bayan.

2.   Tingkat kedua, salah seorang bangsawan yang diutus oleh Dewi Anjani untuk membangun pemukiman baru di Pulau Lombok bernama Pengulu Alim. Tokoh ini mempunyai seorang putra yang beranama Dewe Medaran (Doyang Mangan). Raden Dewa Medara adalah sosok yang sangat kuat, dia mampu mengangkat beban yang berat seperti pohon kayu, batu besar, pantek (lumbung padi) dan lain-lain.

Dalam pengembaraannya, Dewe Medaran bertemu dengan Tameng Muter dan Sigar Penyalin. Mereka bertiga berhasil mengalahkan raksasa Palmunik di Goa Sekaroh (sekar dan roh).  Di dalam goa tersebut dijumpai tiga orang putri dari Jawa masing-masing bernama Dewi Mas Ari Kencana (Putri Kerajaan Majapahit) Dewi Ni Ketir (Putri Kerajaan Madura) dan Dewi Ayu Sasih (Putri Kerajaan Jawa Tengah). Dewe Medaran kawin dengan Dewi Mas Ari Kencana, Tameng Muter Kawin dengan Ni Ketir dan Sigar Penyalin dengan Dewi Ayu Sasih.
Perkembangan selanjutnya Raden Sigar Penyalin diutus oleh Dewe Medaran membangun kerajaan disebelah utara yaitu di Sembah Ulun (Sembalun). Tameng Muter diminta tinggal di Jerowaru, sedangkan Raden Dewe Medaran melanjutkan kepemimpinan ayahnya Pengulu Alim di Selaparang. Puteranya yang pertama pada kemudian hari membangun kerajaan Pejanggik.

Ada banyak versi tentang asal usul suku sasak ini. Informasi ini hanyalah sedikit dari sekian banyak sumber yang bertebaran. Bagi yang ingin mengkaji lebih jauh silahkan membaca beberapa buku tentang sejarah Pulau Lombok. Telah banyak di perpustakaan umum, ataupun toko-toko buku.

 

Sumber: Bahrie. Sejarah Kedatuan Sasak Lombok. NTB: Primaguna, 2012

Post a Comment for "Asal Usul Nenek Moyang Suku Sasak (Lombok) Menurut Legenda Doyan Nada"