Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kebon Kupi, Romantisme dalam Secangkir Kopi

Jika anda berkunjung ke Sembalun, mungkin yang terlintas dalam benak adalah mendaki dan atau memetik strawbery. Tapi kali ini anda perlu mempertimbangkan satu aktivitas penting, Ngopi! iya, menikmati kopi di Sembalun tentunya merupakan hal yang menarik mengingat iklim daerah Sembalun yang tergolong dingin.

Kebon Kupi Sembalun , adalah tempat ngopi yang terdapat di desa Sembalun Bumbung, sekitar 300 meter dari Puri Rinjani. Menapaki jalan yang cukup terjal, yang bisa diakses dengan sepeda motor maupun kendaraan roda empat, kebon kupi terletak di bibir bukit Gunung Rinjani yang berhadapan dengan Bukit Naggi di seberangnya.

Ada keindahan alam yang membentang indah, dan tentunya ada rasa kopi yang memanjakan lidah. Tempat ngopi ini selain terdapat di atas bukit juga dikelilingi pohon kopi. Iyah, barangkali inilah yang mendorong pengelola menamai tempat ngopi ini dengan Kebon Kupi.

Kebon Kupi adalah bentuk bahasa sasak (Lombok) dari ‘kebun kopi’. Barangkali penggunaan istilah bahasa saasak ini karena kecintaan yang mendalam pada nilai-nilai lokalitas. Sesuatu yang kemudian banyak memberikan karakter khas pada kafe ini.

Saya berkunjung pada tanggal 17 Agustus 2021 kemarin. Ini bertepatan dengan program kafe ini yang bertajuk ‘Kopi Merdeka, Ngopi Sepuasnya Bayar Seikhlasnya’. Program ini sontak mengundang banyak pengunjung. Saat mengunjungi tempat ini para pengunjung sangat antosias mengopi dan berselfi.

Ada satu hal mendasar yang saya rasakan saat menikmati kopi di Kebon Kupi, yakni romantisme yang meresap ke dalam hati. Tentu saja makna romantisme yang saya maksud bukan hanya tentang berpasangan dengan lawan jenis, bahkan dengan kesendirian (maaf, bagi yang jomblo), menikmati kopi di temmpat ini masih akan memeluk jiwa dalam romantisme.

Ada musik lembut yang setia menemani, kicau burung yang bertebar di sudut-sudut sepi, serta gemerincing bambu yang ikut memberikan nada syahdu yang sunyi. Ngopi di tempat ini pastinya akan mendatangkan banyak inspirasi.

Tak peduli anda berpasangan atau datang sendirian, ngopi tetaplah ngopi. Dalam makna kopi yang hakiki berpasangan ataupun sendirian, kopi tak membutuhkan apapun untuk memberikan rasanya yang sungguh. Barangkali inilah kekhasan sebuah tempat ngopi, ketika rasanya bisa berdiri tanpa membutuhkan perangkat apapun selainnya.



Bagi saya, kopi di Kebon Kupi ini khas. Selain karena ditanam sendiri dan diolah sendiri, juga karena suasana yang disuguhkan benar-benar menyatu dengan tempat tumbuh kopi itu sendiri. Jadi ketika menikmati kopi di Kebon Kupi ini, saya merasakan romantisme yang dalam, seperti romantisme kopi dengan lidah yang selalu bersambut jutaan inspirasi.

Selamat atas eksistensi kebon kupi di Sembalun, semoga bisa menjadi salah satu lokomotif kemajuan industri kopi di Nusa Tenggara Barat ini.  

2 comments for " Kebon Kupi, Romantisme dalam Secangkir Kopi"