Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Manfaat Jalan Kaki; Dari Kesehatan Fisik hingga Kecerdasan Intelektual dan Sosial


Salah satu trand yang mulai dianggap kuno dan ketinggalan jaman dewasa ini adalah jalan kaki. Stigma ini saya katakan berdasarkan pengalaman pribadi yang sering kali diolok-olok karena selama empat tahun kuliah, senantiasa akrab dengan jalan kaki. Mereka berpandangan bahwa seorang mahasiswa yang keren dan modern itu adalah mahasiswa yang berangkat dan pulang kuliah menggunakan sepeda motor atau mungkin mobil.

Pandangan hedon ini sepertinya menjadi kebenaran umum (general truth) di kalangan mahasiswa belakangan ini. Itu terbukti dari banyak sekali mahasiswa yang merasa minder karena tidak bisa membeli motor dan merasa semakin terkucilkan dengan kebiasaan jalan kaki yang ia lakukan setiap kali berangkat ke kampus. Mereka yang bersikap demikian saya katakan sebagai mahasiswa yang digilas paradigma umum yang sebenarnya belum tentu benar.

Pandangan bahwa jalan kaki itu adalah tanda ketinggalan jaman dari seorang yang melakukan merupakan pandangan tak berdasar yang sebenarnya hanya kesimpulan subjektif yang berdasar pada dinamika jaman yang pasti terjadi. Iya, coba tanpa diproduksi kendaraan bermotor maka bisa dipastikan pandangan seperti itu tidak akan pernah muncul dalam dunia kehidupan.

Kembali kepada para korban paradigma mayoritas yang semu tadi, tidak jarang kita temukan mahasiswa yang begitu inginnya memiliki kendaraan bermotor, memaksa orang tuanya untuk melakukan hal tersebut, tidak peduli dengan cara apapun. Akhirnya terkadang orang tua harus siap mengangkat hutang untuk memenuhi permintaan si buah hati.

Fenomena ini adalah salah satu tanda betapa kemajuan ilmu dan teknologi manusia tidak diimbangi dengan kecerdasan akal dan pendidikan moral mereka. Seharusnya ada keseimbangan materi dan immateri dalam proses perkembangan Iptek manusia. Kesadaran diri dalam hal ini saya maksudkan sebagai hal immateri yang harus dimiliki oleh manusia sebagai subjek sekaligus objek perkembangan ilmu dan teknologi mereka.

Dalam hal ini, saya ingin menekankan pada aspek yang tak terjamah dalam kecerdasan moral manusia dewasa ini. Jalan kaki! Saya katakan sebagai hal terpuji yang harus tetap dipertahankan di tengah kemajuan alat transportasi manusia. Menurut saya jalan kaki bukan hanya tentang ketidakmampuan seseorang memiliki kendaraan pribadi, tapi disana juga ada pilihan seseorang yang berkaitan dengan idealitas dan realitas.

Saya ingin memaparkan beberapa kelebihan melakukan aktifitas berjalan kaki terutama oleh para mahasiswa yang belakangan ini mulai gengsi melakukannya.

Pertama, jalan kaki merupakan aktivitas olah raga yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Artinya, berjalan kaki bisa membantu dalam mengencangkan otot-otot seseorang juga untuk membakar lemak yang berlebih dengan proses pembakaran lemak yang terjadi (ditandai dengan keluarnya keringat).

Kedua, jalan kaki adalah tindakan realistis jika kita adalah seorang yang terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Kita tidak perlu memaksa orang tua untuk menuruti keinginan hedon kita jika memang keadaan kita masih belum memungkinkan untuk itu.

Ketiga, jalan kaki itu memperkaya pengalaman. Bagi yang pernah atau sering melakukan aktivitas ini tentu langsung memahami pernyataan ini. Seorang pejalan kaki adalah orang yang melewati jalanan dengan mengabadikan banyak hal pada setiap langkahnya (satu hal yang tidak bisa dilakukan oleh pengendara motor maupun mobil). Semakin sering seseorang melakukan perjalanan kaki, maka dia akan semakin sering mengabadikan momen sosial di sepanjang perjalanan. Dengan demikian, jalan kaki telah memberikan banyak manfaat berupa data sosial yang didapatkan sepanjang perjalanan.

Keempat, jalan kaki akan memberikan kotribusi pencegahan efek rumah kaca. Dewasa ini isu global warming semakin mengkhawatirkan penduduk dunia. Semakin tingginya polusi yang disebabkan dari semakin menggilanya produksi kendaraan bermotor membuat beberapa kalangan menjadi semakin pesimis akan masa depan kehidupan manusia yang lebih lama.

Dalam hal ini, pejalan kaki memberikan andil dalam meminimalisir efek rumah kaca. Semakin banyak orang yang melakukan jalan kaki sebagai pengganti kendaraan bermotor mereka, maka kontribusi aktivitas ini pada minimalisir pemanasan global semakin nyata. Maka dengan demikian, aktivitas berjalan kaki adalah tidak hanya bermanfaat bagi diri tapi juga manusia secara umum.

Dari paparan di atas, maka kita harus tetap mempertahankan aktivitas berjalan kaki dengan alasan apapun yang bisa kita terapkan sendiri, apakah karena alasan ekonomi, sosial, kesehatan dan sebagainya. Yang terpenting berjalan kaki itu akan menambah kecerdasan. Artinya semakin banyak data sosial yang didapatkan darinya, maka seseorang pejalan kaki akan semakin matang dalam berargumentasi, yakni dengan memaksimalisasi setiap data yang ia miliki. Di samping kecerdasan intelektual seperti ini, berjalan kaki juga bisa menambah kepekaan sosial yang dewasa ini mulai luntur dari diri manusia modern. 

Post a Comment for " 4 Manfaat Jalan Kaki; Dari Kesehatan Fisik hingga Kecerdasan Intelektual dan Sosial"