Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Potensi Wisata Religi Ziarah Makam di Pulau Lombok


Saat saya melakukan perjalanan ke Jawa beberapa hari yang lalu, di Kapal saya bertemu dengan beberapa orang yang merupakan rombongan bus yang baru saja keluar pulau Lombok. Waktu duduk bersama mereka, saya menanyakan perihal kunjungan mereka ke pulau Lombok. ‘Kami berziarah ke makam Syeikh Zainuddin’ ungkap salah seorang dari mereka.

Mendengar jawabannya, saya tersentak. Pikiran saya menjelajah jauh tentang masa depan pulau Lombok. Bagaimana orang-orang Jawa sudah mulai melakukan perjalanan Ziarah makam ke pulau Lombok. Jauh sebelumnya, tradisi ziarah makam para wali di Jawa memang sudah mentradisi, ziarah makam Walisongo merupakan aktivitas wisata religi yang cukup populer di pulau Jawa. Sesuatu yang mungkin belum banyak terjadi di pulau Lombok?

Kunjungan beberapa orang Jawa ke pulau Lombok untuk berziarah menurut saya adalah sinyal bagus untuk perkembangan wisata religi yang mungkin bisa dikembangkan lebih baik lagi di pulau Lombok. Bebeberapa potensi wisata religi sangat mendukung untuk pengembangan pariwisata berbasis ziarah makam di pulau seribu masjid ini.

Dari sisi keberadaan makam, di pulau Lombok, banyak sekali makam-makam para wali yang tersebar di berbagai sudut daerah pulau Lombok. Makam TGKH. Zainuddin Abdul Majid (Pahlawan Nasional), Makam Kuno Bayan, Makam Loang Balok, Makam TGH. Sibawaih, Makam Batul Layar, Makam Selaparang dan banyak lainnya. Potensi ini sesungguhnya hanya menunggu kemasan yang bagus dari para pemangku kebijakan terutama terkait pariwisata. Seandainya bisa dikelola dengan baik maka wisata ziarah makam ini bisa menjadi opsi dalam pengembangan pariwisata yang belakangan lebih banyak mengeksplorasi wisata alam semata.

Kita bisa belajar dari pulau Jawa,  dimana aktivitas ziarah makam telah dilaksanan dengan managemen yang profesional sehingga mampu mendorong berbagai aspek yang menguntungkan bagi masyarakat. Bayangkan, dalam satu aktivitas wisata ziarah makam, ada pihak penyedia transportasi, pihak pengelola makam, masyarakat sekitar makam, semuanya mendapatkan keuntungan materi. Tentunya juga bagi para peziarah akan mendapatkan aktivitas wisata yang berkualitas yakni mematangkan spiritualitas mereka.

Jika ini bisa dimanajemen dengan baik, maka aktivitas pariwisata di pulau Lombok akan lebih bervariasi lagi, dan tentunya akan membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi. Ini perlu didiskusikan lebih jauh dan lebih serius agar bisa menjadi pintu-pintu kesejahteraan bagi masyarakat luas.   

Post a Comment for " Potensi Wisata Religi Ziarah Makam di Pulau Lombok "