Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu Nasi Boran Lamongan? Ini Jawaban Ibu Pedagang di Pinggir Jalan Lamongan-Tuban

Karena banyak teman merekomendasikan untuk mencicipi Nasi Boran Khas Lamongan, maka ketika saya berkunjung ke Tuban beberapa waktu yang lalu, saya berhenti sejenak di salah satu sudut kota Lamongan yang banyak berjejer ibu-ibu pedagan nasi boran.

Berhenti di salah satu tempat pedagang, tanpa basa-basi sembari menunggu pesenan bungkusan nasi bungkus saya. Saya menanyakan langsung tentang apa arti nasi boran. Ibu yang terlihat masih muda itu tersenyum dan sebelum menjawab pertanyaan saya dia menanyakan asal saya. ‘Lombok’ Jawab saya sambil tersenyum.

“Jadi nasi Boran itu adalah nasi yang khas Lamongan”. Katanya memulai pembicaraan. Nama boran sendiri adalah tempat wadah nasi yang terbuat dari bambu seperti bakul nasi yang biasa dipakai di pedesaan. Namun demkian, kekhasan nasi Borang sebenarnya bukan di wadah ‘Boran’nya tetapi ada di sambalnya.

Sambal nasi Boran sekilas seperti bumbu pecel yang kental, tetapi kalau dirasakan rasanya sedap dan cukup pedas. Selain sambal, gorengan khas Lamongan (yang saya lupa namanya) adalah menjadi salah satu yang membedakan nasi Boran dengan nasi lainnya. Adapun yang lainnya itu seperti lauk yang biasa ditemukan pada nasi-nasi bungkus pada umumnya.

Ada sayur seperti daun singkong yang hanya direbus seperti pada nasi Padang, tetapi teksturnya lebih lembut. Juga ada serondeng kelapa yang menjadi campuran daun hijau yang mirip daun singkong tersebut. Adapun lauknya, bisa memilih menurut selera, ada Ikan bandeng, ayam, ampela, jeroan, telur, dan lain sebagainya.

Bagi saya  selain namanya, yang menarik dari nasi borang adalah kesederhanaannya. Pedagang nasi borang tidak ada yang memiliki tempat yang khusus seperti warung yang bertoko. Pedagang nasi Boran yang saya temukan hanya beralaskan tikar, dengan keranjang ‘boran’ sebagai wadah nasi, dan wadah untuk lauk yang beraneka ragama, dan tentunya wadah sambal yang menggunakan panci cukup besar.

Ada pelajaran hidup yang berharga saat saya belanja nasi boran, bahwa hidup itu memang sederhana. Kita lapar, kemudian mampur di pinggir jalan membeli nasi boran, dan kemudian melanjutkan perjalanan. Suatu sikap kesederhanaan yang patut menjadi prinsip di hidup yang sementara ini.  

Post a Comment for "Apa itu Nasi Boran Lamongan? Ini Jawaban Ibu Pedagang di Pinggir Jalan Lamongan-Tuban"