Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bukan Kejar Halaman, Baca Al-Quran Seharusnya Tekankan Renungan

 

Ramadhan tiba, sebagaimana tradisi yang telah lama kita rekam, membaca al-Quran menjadi ritual hidup yang selalu mengelilingi hangatnya Ramadhan. Pada malam-malam di masjid atau musholla, maupun melalui daun jedela rumah orang-orang beriman. Namun sepertinya, tradisi baca al-Quran masih sebatas pelapalan teks yang terkadang minim dari sentuhan pemahaman. Orang-orang muslim masih banyak yang menargetkan khatam berkali-kali tapi lupa merenunginya sebagai inspirasi dan pedoman laku diri.

KH. Mustofa Bisri dalam salah satu pengajiannya, menyinggung tentang orang-orang muslim yang setiap hari membaca al-Quran tetapi nilai-nilai yang tertanam di dalamnya tak menjadi pedoman kehidupan. Beliau mengumpamakan surat Al-Hasyr yang sejatinya memilki kandungan yang kaya tentang bagaimana interaksi sosial masyarakat. Inilah yang menjadi fenomena di akhir zaman, berlomba-lomba membaca al-Quran namun bersama-sama menjauhi kandungannya.

Momen Ramdhan seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan perenungan terhadap isi kandungan al-Quran, tidak hanya fokus menargetkan lembar-lembar halaman untuk dituntaskan hanya melalui lisan semata. Ayat-ayat al-Quran itu perlu juga melewati organ fikir kita, merenungi dan menyerapnya dalam-dalam.

Sejatinya pesan untuk merenungi al-Quran telah banyak disinggung dalam ayat-ayat-Nya. Misalnya saja dalam surat al-Qomar wa laqod yassarnal quran lidzdsikri fahal min muddakir, ‘Sesungguhnya telah kami mudahkan al-Quran itu untuk dipelajari, maka adakah yang mau mengkaji?’

M. Quraish Shihab dalam tafsirnya Al-Misbah menafsirkan ayat tersebut dengan “Dan sungguh kami bersumpah bahwa kami telah mempermudah al-Quran untuk menjadi pelajaran, maka adakah yang akan bersungguh-sungguh mengambil pelajaran sehingga Allah memberikan karunia dan membantunya memahami kitab suci itu?” (Shihab, 2011, Volume 13: 242) Artinya proses memahami al-Quran tidak sederhana, dibutuhkan metode ataupun langkah yang tepat dan tidak sederhana untuk mengelaborasi makna yang terkandung di dalamnya.

Selain dalam surat al-Qomar ayat 17, salah satu ayat yang menjelaskan tentang pentingnya kita merenungi dan mengkaji al-Quran secara sungguh-sungguh adalah pada surat Al-Baqarah ayat 185. Pada ayat tersebut Allah memberikan keterangan perihal Al-Quran yang ditutunkan dalam bulan Ramadhan. Indikasi perintah menyelami dan merenungi makna al-Quran dalam ayat tersebut terlihat dari penjelasan yang diungkapkan Allah: Syahru romadhonalladzi unzila fihil Quran, hudal linnas wa bayyinatim minal huda wal furqon.

“Bulan Ramadhan, yang di dalamnya diturunkan al-Quran, (yang mana al-Quran itu) merupakan petunjuk bagi manusia, serta penjelasan dari petunjuk tersebut, juga sebagai pembeda (yang benar dan yang salah),” Kalimat wa bayyinatim minal huda ‘dan sebagai penjelas dari hidayah tersebut’ menunjukkan makna bahwa menjelaskan al-Quran dibutuhkan kajian dan olah pikir. Itulah mengapa merenungi al-Quran adalah bagian mendasar dalam proses analisis isi kandungannya.

Ramadhan sebagai bulan al-Quran, bulan dimana lantunan al-Quran terdengar lebih menggema dari pada bulan-bulan yang lain seharusnya menjadi momentum berharga untuk kita tidak hanya membaca tetapi juga merenungi, meresapi dan menginternalisasinya dalam kehidupan sehari-hari. Kita berharap lantunan al-Quran yang terpancar dari speaker-speaker masjid maupun musholla masyarakat muslim tidak hanya lengking nada yang tak memiliki taji.   

Untuk mewujudkan hal itu maka al-Quran tidak bisa hanya dibaca saja berkali-kali dengang hanya mengejar ketuntasan halaman-halaman yang berlipat, tetapi juga tentang mengejewantahkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ketika nilai-nilai al-Quran berhasil direnungi dan diserap dalam tingkah laku seseorang, maka tentu hal tersebut akan menjadikan al-Quran sebagai X Faktor lahirnya generasi-generasi yang berkualitas melalui pengkajian terhadap Al-Quran.

 

Post a Comment for "Bukan Kejar Halaman, Baca Al-Quran Seharusnya Tekankan Renungan"