Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teks Prosedur Tema Lokalitas

Setiap teks memiliki karakter dan fungsi tersendiri. demikian pula teks prosedur, merupakan teks yang memiliki fungsi untuk menunjukkan cara atau prosedur dalam melakukan sesuatu. misalnya, cara membuat tahu bulat, cara memasak jengkol, cara membuat pelecing (makanan khas Lombok), dan lain sebagainya.

Perlu dicatat, dalam praktiknya, teks prosedur tidak mesti menggunakan akta “cara” atau “prosedur”, tapi juga menggunakan kata-kata yang sejenisnya, misalnya: Tips, Kiat, Rahasia sukses, dan berbagai istilah lain yang semakna. Pada prinsipnya teks prosedur berfungsi untuk membantu kita dalam melakukan sesuatu.

Secara umum, teks prosedur dibentuk oleh ungkapan tentang tujuan, langkah-langkah, dan penegasan ulang.

1.      Tujuan, merupakan pengantar tentang topik yang akan dijelaskan dalam teks.

2.      Langkah-langkah, berupa perincian petunjuk yang disarankan kepada pembaca terkait dengan topik yang ditentukan.

3.      penegasan ulang, berupa harapan ataupun manfaat apabila petunjuk-petunjuk itu dijalankan dengan baik.

  

Contoh teks prosedur (tema lokalitas)

Cara Membuat Pelecing

Pelecing merupakan masakan khas masyarakat Lombok yang berbahan dasar kangkung. biasanya masakan ini dihidangkan saat sarapan atau makan malam. adapun cara membuat pelecing adalah sebagai berikut:

1.      Siapkan seikat kangkung (bisa disesuaikan porsinya) yang tidak terlalu tua,

2.      Siapkan bumbum-bumbu seperti: Cabe rawit, tomat, garam, terasi, micin, bawang (jika berselera)

3.      Rebuslah kangkung tersebut beberapa menit (5-10 menit)

4.      Sembari menunggu kangkung matang buatlah bumbunya

5.      Masukkan bumbu-bumbu di alat ulek yang telah disediakan

6.      Kemudian ulek semua bumbu hingga halus seperti sambal tomat yang mentah.

7.      Seteleah kangkung matang, campurkan kangkung tersebut dengan bumbu yang sudah dibuat. pelecing siap dinikmati.

Unsur kebahasaan teks prosedur

Pada umumnya, teks prosedur memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut:

1.      banyak menggunakan kata-kata kerja perintah (imperatif). kata kerja imperatif dibentuk oleh akhiran -kan, -i, dan partikel -lah. contoh: pastikan, tunjukkan, hindari, jadilah

2.      Banyak menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan topik yang dibahasnya.

3.      banyak menggunakan konjungsi dan partikel yang bermakna penambahan. misalnya: tambahan pula, setelah itu, kemudian, selanjutnya, dan lain sebagainya.

4.      banyak menggunakan pernyataan persuasif.

5.      apabila prosedur itu berupa resep dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan gambaran terperinci tentang bedan dan alat yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah, dan warna.


8*sumber gambar: celotehdinihari.com

Post a Comment for "Teks Prosedur Tema Lokalitas"

Berlangganan via Email