Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Refleksikan Kisah Nabi Yunus, Pengajian 10 Muharam di Pesantren Thohir Yasin Tegaskan Dedikasi untuk Ummat

Sabtu, 10 Muharam 1442 Hijriyah (29 Agustus 2020), Pondok Pesantren Thohir Yasin Lombok Timur menggelar Pengajian Akbar yang terbatas untuk kalangan santri dan tenaga pendidik pondok pesantren. Pada acara tersebut disampaikan bahwa salah satu peristiwa penuh hikmah yang terjadi di tanggal 10 Muharam adalah dikeluarkannya Nabi Yunus As. dari perut ikan.

Sebagaimana yang direkam sejarah, Nabi Yunus adalah utusan Allah yang dikirim untuk menyebarkan agama Allah. Namun karena respon masyarakat yang didakwahi tak jua menunjukkan ketaatan dan keberimanan kepada Tuhan yang maha kuasa, maka nabi Yunus memutuskan untuk meninggalkan ummatnya. Singkat cerita, nabi Yunus menaiki bahtera yang ternyata kuota penumpangnya telah penuh. Diapun terlempar ke laut yang dengan segera ditelan oleh ikan.

Dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus menyadari kesalahannya. Dalam kegelapan yang berlipat, Nabi Yunus bermunajat kepada Tuhannya, memohon ampun dan keridoan Allah. Lalailah illa anta subhanaka inni kuntu minazzholimin, “Tiada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zholim.” Doa inilah yang dibaca Nabi Yunus dalam meunajatnya di dalam perut ikan. Karena munjat itu, perut ikan itupun menjadi panas dan menepi serta memuntahkan Nabi Yunus ke daratan.

Selamatnya Nabi Yunus dari jurang kematian yang hampir memisahkan dirinya dan kehidupan, membuat nabi Yunus tersadar bahwa kewajiban kepada ummat adalah salah satu yang utama dalam risalah kenabiannya. Diapun kembali kepada ummatnya dan meneruskan perjuangan menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada ummat manusia.

TGH. Ismail Thohir selaku penceramah dalam acara pengajian tersebut merefleksikan kisah Nabi Yunus dalam konteks dedikasi kepada ummat. “Jangan pernah menyerah dalam kebaikan” Itulah salah satu poin penting yang disampaikan tuan guru. Menurutnya, tidak ada kata menyerah dalam memperjuangkan agama Allah. “Inilah prinsip yang dipegang Thohir Yasin, selalu konsisten memegang dan memperjuangkan agama Allah.” Baginya, apapun halangan dan rintangan dalam perjuangan menegakkan kalimat Allah harus selalu dilewati dengan sabar dan ikhlas.

Karena prinsip mendasar itulah pondok pesantren Thohir Yasin mengusung satu semboyan yang populer di kalangan jamaah pondok pesantren, “Thohir Yasin Tidak Kemana-mana tapi Ada Dimana-mana” yang mengandung makna pengabdian dan dedikasi yang tinggi kepada ummat.

Post a Comment for "Refleksikan Kisah Nabi Yunus, Pengajian 10 Muharam di Pesantren Thohir Yasin Tegaskan Dedikasi untuk Ummat"

Berlangganan via Email